Home / Ekonomi / Keuangan / Penggunaan Dolar Tinggi Sebabkan Rupiah Melemah

Penggunaan Dolar Tinggi Sebabkan Rupiah Melemah

Pemakaian dolar AS di Indonesia setiap hari bisa dibilang sangat tinggi dalam setiap transaksi, dapat dilihat dalam setiap transaksi setiap hari, hal ini dikarenakan banyaknya perusahaan asing yang menggunakan Rupiah untuk menggaji karyawannya dengan menggunakan dolar. Untuk mengatasi penggunaan Dolar ini sendiri seharusnya perusahaan perusahaan ini tidak menggunakan mata uang Dollar dalam sistem pengajian, sehingga menyebabkan pelemahan Rupiah. Untuk itu dalam penggajian bisa mengkonversi dulu dolar kedalam Rupiah.

Dengan mewajibkan karyawan perusahaan asing pakai rupiah maka akan mengurangi kebutuhan dolar di Indonesia. Hal itu secara langsung akan mengurangi sentimen pelemahan rupiah. Untuk itu pemerintah harus benar-benar bertindak tegas kepada perusahaan asing yang masih menggunakan dolar dalam penggajian karyawannya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah dengan terus meyakinkan kepada semua pengusaha mengenai prospek ekonomi Indonesia. Hal itu untuk menarik dana-dana orang Indonesia‎ yang diparkir di luar negeri.”Jadi pemerintah harus buktikan, yakinkan ke mereka, karena memang iya dana mereka sudah mulai masuk, tapi hanya sebatas pencatatan saja, habis itu keluar lagi,” tegas dia.

Enny menambahkan, tak hanya faktor dalam negeri menekan rupiah, sentimen rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat juga masih mempengaruhi laju nilai tukar rupiah. Seperti diketahui, pada hari Jumat lalu Bank Indonesia melalui kurs tengahnya (JISDOR) mencatatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka 13.317‎. Nilai tersebut melemah jika dibandingkan sehari sebelumnya yang ada di angka 13.292 per dolar AS. Nilai tukar rupiah melemah sekitar 5,92 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara year to date. Berdasarkan data Reuters, posisi nilai tukar rupiah di kisaran 12.543 per dolar AS pada 2 Januari 2015 menjadi 13.333 pada perdagangan Jumat 12 Juni 2015.

About Trend Indonesia

Trend Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Solve : *
7 + 23 =